Desa Kutasari mencatat sebanyak 298 balita yang tersebar di wilayahnya, dengan jumlah kunjungan ke posyandu mencapai 274 anak. Angka ini menunjukkan partisipasi yang tinggi dari masyarakat, sekaligus menjadi indikator bahwa warga aktif mengikuti program-program kesehatan yang diselenggarakan.
Namun demikian, keterbatasan tenaga kesehatan menjadi tantangan tersendiri, terutama jika kegiatan posyandu dilaksanakan pada hari kerja. Untuk mengatasi hal ini, salah satu solusi yang direncanakan adalah pelatihan bagi kader posyandu agar memiliki kemampuan dalam mengenali kondisi balita yang perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas.
Sebagai bentuk peningkatan pemahaman orang tua terhadap kesehatan anak, Desa Kutasari juga akan menyelenggarakan kelas untuk ibu hamil dan ibu balita sebanyak dua kali dalam satu tahun Selain itu, kegiatan sosialisasi mengenai pola asuh (parenting) juga akan ditingkatkan agar orang tua semakin sadar dan aktif dalam memantau tumbuh kembang anak mereka.
Upaya perbaikan sanitasi lingkungan juga telah dilakukan melalui program bantuan jambanisasi. Di samping itu, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita yang berisiko serta ibu hamil dengan kebutuhan khusus turut dilaksanakan sebagai bagian dari intervensi gizi spesifik.
Dengan adanya kegiatan Rembug Stunting ini, diharapkan Desa Kutasari dapat terus menekan angka stunting, meskipun saat ini tidak tergolong tinggi. Kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan desa yang sehat dan bebas dari stunting.