Oleh: Ahmad Paramasatya – KKN-PPM UGM 2023
Bagian ini berisi daftar nama para pemimpin Kutasari. Dalam hal itu, maka perlu diperhatikan bahwa telah terjadi berbagai dinamika dalam perjalanan sejarah pemerintahan, baik pemerintahan pusat, ataupun daerah di Indonesia. Ini dapat dilihat seperti pada masa penjajahan kolonial Belanda yang terdapat pembagian daerah-daerah jajahan seperti Provinsi (Gubernur), Residensi (Residen), Afdeeling (Asisten Residen), dan Onder-Afdeeling (Controleur). Sistem yang demikian juga mengalami perubahan yang semakin kompleks, menjadi provinsi (Gubernur), Regentschap (Bupati), Stadgemeente (Wali kota). Kompleksitas susunan sistem pemerintahan ini belum lagi jika ditambah dengan susunan birokrasi pemerintahan tempatan atau lokal-tradisional yang lebih tua, seperti kepala desa, lurah, panewu, penatus, patih dalem, dan sebagainya.
Sementara itu, wilayah Kutasari yang dahulunya terdiri atas dua wilayah, yaitu Wiranaja dan Walik, dalam catatan sejarah termasuk ke dalam wilayah onder-afdeeling dan kemudian menjadi onder-districht dalam susunan pemerintahan kolonial Belanda (Afdeeling Poerbalingga dan Residensi Banjoemas). Wilayah tersebut memiliki birokrasi sendiri yang dikepalai oleh seorang asisten wedono II. Pada sisi yang lain, kepala desa atau dessahoofden atau lurah, pada wilayah yang lebih kecil tetap lestari dan memiliki kekuasaannya sendiri.
Di bawah ini merupakan hasil usaha penelurusan para pemimpin, dalam berbagai level atau tingkatan pemerintahan, di wilayah yang kini menjadi Kutasari. Perlu diperhatikan pula, bahwa keterbatasan informasi dan sumber juga turut menyumbang keterbatasan nama-nama yang ditemukan, disebabkan oleh ketiadaan informasi yang ajeg dan kontinyu.
Masa Kolonial Belanda
Walik
- Dessahoofden (kepala desa) Walik 1895 : Najadewangsa

Gambar 1: Potongan Surat Kabar yang Memberitakan Seputar Eksistensi Kepala Desa atau DessaHoofden Walik
Sumber: Java-Bode terbitan 1895.
Wiranaja
- Asisten Wedono II Wiranaja ? – 1892: Raden Hradjodiwirjo
Sumber: de Locomotief terbitan 09-07-1892
- Asisten Wedono II Wiranaja 1892 – 1894: Raden Tjokro Soebroto
Sumber: de Locomotief terbitan 09-07-1892

Gambar 2: Potongan Surat Kabar yang Memberitakan Seputar Pengangkatan Asisten Wedono II Wiranaja
Sumber: Java-Bode terbitan 03-10-1894.
- Asisten Wedono II Wiranaja 1894 – 1896: Raden Mas Endro Koesoemo
- Asisten Wedono II Wiranaja 1896-1902: Mas Kartodimedjo
Sumber: de Locomotief terbitan 24-05-1902.
- Asisten Wedono II Wiranaja ? – 1903: Raden Soekarman
Sumber: de Locomotief terbitan 31-10-1903.
- Asisten Wedono II Wiranaja 1903 – ?: Raden Joedo Soebroto

Gambar 3: Potongan Surat Kabar yang Memberitakan Seputar Pengangkatan Asisten Wedono II Wiranaja
Sumber: de Locomotief terbitan 31-10-1903.
Kepala Desa Kutasari dari Masa ke Masa
- Kepala Desa Kutasari, Bapak Arsawiredja Suwandi ( 1930-an)
- Kepala Desa Kutasari, Bapak Sanmichroji ( ? – 1982 )
- Kepala Desa Kutasari, Bapak Achmad Munasir ( 1982 - 1989 )
- Kepala Desa Kutasari, Bapak Darmoen ( 1989 – 1997 )

Gambar 4: Makam atau Pusara Bapak Darmoen beserta Istri di Salah Satu Sudut Desa Kutasari
Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis.
- Kepala Desa Kutasari, Bapak Sudarno ( 1998 – 2006 )
- Kepala Desa Kutasari, Bapak Agus Slamet Susanto, S.Sos. ( 2007 – 2009 )
- Kepala Desa Kutasari, Bapak Agus Amperato ( 2010 – 2022 )
- Kepala Desa Kutasari, Bapak Basoeki Kadang Dewa, S.E. ( 2022 – periode 2030 )
Sumber yang digunakan Menghimpun Informasi Kepala Desa masa Kontemporer Adalah Informasi Lisan yang Didapatkan dari Bapak Sudar, Bapak Supriyono, dan Bapak Susilo.